PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KERJA AGROPRENEUR BERBASIS PEMBUATAN PAKAN TERNAK SILASE, DIVERSIFIKASI PRODUK JAGUNG, DAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN
Keywords:
: pemberdayaan masyarakat, agropreneur, silase, diversifikasi jagung, lahan pekarangan, ketahanan panganAbstract
Ketahanan pangan pada level rumah tangga maupun wilayah sangat dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal secara produktif dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini mendeskripsikan sekaligus menganalisis pelaksanaan Program Kerja Agropreneur mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di empat lokasi berbeda di Kabupaten Sidenreng Rappang, yakni pelatihan pembuatan pakan ternak silase di Timoreng Panua, Kecamatan Panca Rijang; pelatihan pembuatan selai jagung di Desa Bapangi, Kecamatan Panca Lautang; pemanfaatan lahan pekarangan untuk budi daya sawi dan kangkung di Desa Betao Riase, Kecamatan Pitu Riawa; serta penanaman kangkung di Desa Kalempang, Kecamatan Pitu Riawa. Pelaksanaan program menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahap observasi, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan memperlihatkan bahwa pelatihan pembuatan silase berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengawetkan hijauan pakan sehingga ketersediaan pakan lebih terjaga sepanjang tahun, termasuk pada musim kemarau. Pelatihan pembuatan selai jagung membuka ruang diversifikasi produk olahan sekaligus peluang usaha rumahan berbasis komoditas lokal yang sebelumnya kurang tergarap secara ekonomis. Optimalisasi lahan pekarangan melalui budi daya sawi dan kangkung terbukti menyediakan sumber sayuran segar bagi konsumsi rumah tangga, menekan pengeluaran belanja harian, sekaligus membuka peluang penjualan hasil panen. Ketiga rangkaian kegiatan tersebut memiliki benang merah yang sama, yaitu penguatan kapasitas masyarakat berbasis potensi lokal sebagai fondasi ketahanan pangan sekaligus embrio jiwa agropreneurship di tingkat desa. Program ini menegaskan bahwa pemberdayaan berbasis KKN dapat menjadi model intervensi yang relevan dan replikatif untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat pedesaan






























